Protes anti perang dan pembredelan hak kebebasan berpendapat di Amerika Serikat

Acara TV Al Jazeera The Listening Post, Mei 4, 2024

Protes anti-perang melanda kampus-kampus universitas di Amerika Serikat. Tanggapan polisi, kekerasannya, sangat mengejutkan, seperti pula pemberitaan dari media arus utama (mainstream) Amerika Serikat.

Kontributor:
Paula Chakravartty – Profesor media, Universitas New York
Noura Erakat – Editor salah seorang pendiri, Jadaliyya
Adel Iskandar – Profesor komunikasi global, Universitas Simon Fraser
Elijah Kahlenberg – Aktivis mahasiswa, Universitas Texas di Kota Austin

Sorotan kami: Selama dua minggu aksi protes, mahasiswa dari jurusan jurnalisme di Universitas Columbia telah berubah dari mahasiswa jurusan juralisme menjadi jurnalis sejati. Produser Meenakshi Ravi melaporkan bagaimana reporter mahasiswa telah menjadi sumber berita utama di kampus.

Menimbulkan histeria: Para pekerja media massa Amerika Serikat ‘menimbulkan histeria dan salah menggambarkan fakta di lapangan’. Demikian pendapat Mehdi Hasan, pendiri dan pemimpin redaksi situs berita Zeteo, yang membahas bagaimana peliputan media Amerika Serika tentang protes di kampus-kampus terhadap genosida bahkan lebih buruk daripada peliputan tentang genosida itu sendiri.

Featuring: Mehdi Hasan

This article is based on https://www.aljazeera.com/program/the-listening-post/2024/5/4/antiwar-protests-and-limits-on-freedoms-in-the-usa.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Trending

Discover more with Stories From Indonesia

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue Reading